Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

13 Cara Penanganan Gigitan Ular Ketika Di Hutan

Seperti kamu, saya juga pernah mengalami kejadian bertemu ular yg hanya berjarak beberapa meter diatas kepala saya.

Inilah perbedaan gigitan ular berbisa dan tidak berbisa, awasi jangan sampai bengkak, perhatikan petunjuk menolong orang yg dipatok ular tanah atau hijau
Sumber: pxhere.com
Dibawah ini salah satu rekaman pribadi yg tak sengaja merekam pergerakan ular, tepat diatas kepala kami berdua.

Bagi kamu yg belum pernah berpaspasan dengan ular liar yg melintas, simak artikel ini sampai selesai, karena tips ini akan membantu kamu, apa yang harus kamu lakukan ketika bertemu ular ataupun untuk P3K yg harus dilakukan.

Walaupun bukan kali pertama saya bertemu ular dihutan, tetap saja rasa takut hadir dalam diri saya, namun untuk meminimalisir kecelakaan, tergantung dari bagaimana respon kamu atau perlakuan menghadapi situasi tersebut.
Intinya jangan kagetan/panik, keep santhuy !!
Melalui beberapa referensi dan pengalaman, ini yg harus kamu lakukan, dan jangan lakukan hal lainnya.

Pertolongan pertama jika mendapatkan gigitan/patokan ular dihutan
  1. Imobilisasi seperti pertolongan pada patah tulang (bagi kamu yg belum paham, bisa langsung ke langkah kedua.
    Penanganan gigitan ular di rumah sakit
    Seperti perlakuan korban patah tulang
    Sumber: radarkediri.jawapos.com
  2. Usahakan kamu/korban untuk tidak panik, karena dapat menyebabkan darah terpompa lebih cepat dan kuat dari jantung, sehingga membuat racunnya lebih cepat menyebar.
  3. Jika menggunakan jam tangan atau cincin, harap dilepaskan agar tidak memperparah anggota tubuh yg dapat membuat pembengkakan.
  4. Tinggalkan korban dan tempatkan pada area yg nyaman, karena racun yg sudah masuk pada proses awalnya terkumpul dulu pada kelenjar getah bening, selama tubuh korban tidak melakukan pergerakan, kelenjar getah bening sudah mengandung racun tersebut tidak akan menyebar keseluruh tubuh.

    NOTE: inilah mengapa ketika masuk kedalam hutan rimba, diharapkan dengan anggota minimal 2 - 3 orang, urungkan untuk melakukan solo traveling kedalam hutan rimba.
  5. Lalu suruh beberapa orang anggotamu untuk mencari pertolongan profesional (Puskesdes atau Puskesmas) secepat-cepatnya pada daerah perkampungan setempat.
  6. Usahakan mengingat kejadian, baik dari jenis, warna maupun ukuran ular. Untuk informasi kepada pelaku medis yg akan membantu, sehingga dapat membawakan antibisa yg sesuai dengan indikasi.
    ciri-ciri ular
    Sumber: ekor9.com
    cara mengatasi gigitan ular berbisa
    Contoh ular yg berbissa dan tidak berbisa
    Sumber: genpi.co
  7. Sementara menunggu, anggota lain yg bertugas menjaga korban, harus rutin membilas luka dengan air bersih, akan lebih baik dilakukan pada Air bersih yg mengalir (semisal dekat dengan sungai).

Berikut yg tak boleh dilakukan setelah digigit ular berbisa:
  1. Hindari memanipulasi luka, seperti dengan cara menyedot melalui mulut pada racun bisa ular tersebut.
  2. Jangan melakukan penyayatan kulit, mungkin dengan maksud bisa dapat keluar bersama darah.
  3. Tidak mengompress bekas luka dengan air panas/es
  4. Tidak melakukan pengikatan atau menggunakan torniket terlalu keras pada luka gigitan
  5. Jangan minum-minuman beralkohol atau Kopi dulu
  6. Jangan lakukan pengejaran atau penangkapan terhadap ular.

Jika diketahui ular yg menggigit adalah bukan ular yg berbisa, mintalah pada medis setempat untuk memberikan antibiotik serta serum anti tetanus sesuai dengan indikasi. Biasanya akan diberikan antivenom.

Menurut pengalaman pribadi saya, pada hutan yg biasa saya lewati, hampir tidak pernah ditemukan ular liar, baik itu berbisa atau yg tidak berbisa melintasi pada jalur trekking manusia (jalan setapak).

Palingan ular tersebut berada di beberapa dahan semisal ular hijau, oleh sebab itu mata kita wajib waspada pada bagian atas, apalagi kalau yg dilalui itu hutan yg semak/rindang yg banyak melintang dahan dan pohon tumbang pada area jalur setapak.

Kita wajib waspada jika melakukan trekking pada area yg tingkat kelembaban yg tinggi dan apalagi banyak ditemukan rumpun bambu, semisal ditemukan banyak pacat, nah disitu kewaspadaan kita harus meningkat dari sebelumnya, karena ular menyukai tempat yg lembab, jangan lupakan peran sebuah parang untuk selalu kamu pegang, setidaknya kamu sudah menang gertakan terhadap si Ular hehe.
NOTE: Sangat tidak disarankan untuk membunuh ular dihutan, kecuali kepepet dan terpaksa. Bijaklah dalam menggunakan SAJAM di hutan.
Demikian artikel kali ini yg mengulas tentang bagaimana tindakan yang lebih baik dilakukan ketika mendapat gigitan ular dihutan, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. 

Salam lestari

Oh ya jangan lupa follow akun instagram kita yang baru ya, biar dapat info mengenai artikel terbaru guidofamula.com: Instagram/kerilrongsokan

Referensi:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/pertolongan-pertama-saat-digigit-ular-berbisa/
Guido Famula
Guido Famula Seorang Penulis Online yang menyukai Traveling, Aset digital, Marketing dan Social Media... ~ Beranjak dan Menulislah ~

Posting Komentar untuk "13 Cara Penanganan Gigitan Ular Ketika Di Hutan"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi