Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Cara Mengatur Keuangan Untuk Kaum Boros Agar Tak Mudah Boncos

Teruntuk kaum boros, mengatur keuangan pribadi masih menjadi momok, terlebih mereka yang masih berpenghasilan gaji 1-2 jutaan.

Panduan singkat ini bukan hanya mengajarkan tentang bagaimana menabung, namun juga solusi tentang bagaimana cara mendapatkan tambahan keuangan

Jujur saja gak perlu malu, di zaman sekarang penghasilan segitu tergolong masih dibawah kata cukup, jangankan yang sudah berkeluarga, yang pribadi saja pasti tiap malam selalu overthinking perihal UANG?

Banyak artikel membahas perihal mengelola keuangan dengan baik, namun ujung-ujungnya menghakimi sulit menabung dan boros?

Dalam bawah sadar siapapun itu, menabung adalah penting. *no debat

Hanya saja realita memang kejam, baru saja menyisihkan, eh tahunya ada saja pengeluaran yang memaksa untuk merogoh kocek lebih dalam, padahal masih diawal bulan?

Oleh sebab itu, artikel ini hadir, bukan hanya memberikan ulasan, melainkan juga sebagai solusi jangka pendek dan panjang untuk hidup yang lebih baik.

Amin, semoga demikian.

Salah satunya untuk mengatur keuangan pribadi, teruntuk kaum boros agak gak mudah boncos

1. Jangan Terpaku Dengan Metode 50/30/20

Metode 50/30/20 akan lebih baik jika ditambah dengan keinginan menambah pemasukan seperti tutorial berikut

Tentu metode ini sudah menjadi cara sejuta umat, bahkan kaum boros juga tahu tentang hal ini, misalnya 

20% untuk tabungan

30% sebagai keinginan dll

50% porsi kebutuhan hidup.

Anggap saja gaji 2 juta, lalu akan menjadi seperti apa penerapannya?

50% dari 2 Juta = 1.000.000

30% dari 2 juta = 600.000

20% dari 2 juta = 400.000

Bagaimana, untuk keadaan sekarang ini, apakah pembagian nominal tersebut mampu dan sesuai dengan arus keuangan setiap insan dimuka bumi ini?

Tentu jawabannya relatif, bisa iya dan tidak?

Bukannya menyalahkan atau meroasting metode tersebut, hanya saja untuk menerapkannya, setidaknya kaum boros mesti jelas dan tahu dulu terkait dengan pengeluaran 3 - 6 bulan terakhir ini.

Karena akan ada sesuatu yang mendesak dan penting, bisa saja kaum boros tersebut memiliki tanggungan kewajiban yang berbeda-beda, misalnya ongkos adik, orang tua sakit, dan lain-lain perihal darurat diluar kontrol.

Rekap...

Untuk menerapkan metode ini setidaknya, sudah memiliki catatan pengeluaran dan pemasukan selama 3 – 6 bulan terakhir.


2. Gunakan Catatan Keuangan Digital

Syarat untuk menabung dengan baik adalah dengan memulai melakukan pencatatan keuangan seperti tips berikut

Apapun jenis pengeluaran dan pemasukan, manfaatkan HP pintar alias smartphone untuk melakukan pencatatan keuangan.

Banyak aplikasi pilihan gratis untuk memulai, sehingga perbandingan pengeluaran tiap bulan dapat diketahui dengan pasti.

Btw saya menggunakan DompetKu

Sehingga keinginan dan pondasi skill menabung menjadi lebih baik, karena sudah dibekali pengalaman dan pengetahuan setiap harga/nominal pengeluaran yang dikeluarkan dalam beberapa bulan terakhir ini.

Rekap: Pencatatan keuangan melalui aplikasi digital tidak serta merta menyulap seseorang menjadi jago menabung, melainkan sebagai bekal kedepannya untuk memilah-milah pengeluaran apa saja yang wajib dipangkas, misalnya uang parkir, rokok, biaya nongkrong gak jelas dan biaya pacaran semisal tidak jomblo *ehem

Dengan kegiatan pencatatan rutin pula, mungkin secara tidak sadar akan ada beberapa nominal sisa pemasukan (keuntungan) yang dikurang dari pengeluaran.

Namun untuk kaum boros jangankan uang sisa, untuk bertahan dalam satu bulan full saja, sudah bersyukur.

Tidak apa, untuk menuju mental menabung, kaum boros mesti dilatih untuk mencatat keuangan terlebih dahulu, baru setelah itu perlahan beranjak kedalam kebiasaan menabung.

Setuju?

Kuy, lanjut....


3. Pangkas Pengeluaran atau Cari Tambahan?

Selain memangkas keuangan yang perlu dilakukan juga adalah dengan menambah pekerjaan sampingan di internet sebagai berikut

Semua makhluk hidup termasuk Manusia di dunia ini, sama-sama memiliki satu privilege adil dari Sang Pencipta, yaitu sama-sama diberi 24 Jam, tidak kurang dan tidak lebih.

Kecuali ada penelitian terbaru yang membuktikan, ternyata Bumi tidak berotasi selama 24 jam.

Setelah mengetahui hasil pengeluaran yang kerap boncos dalam 3-6 bulan terakhir ini, tentunya mau berubah dong?

Pilihannya, seperti berikut:

1. Pangkas pengeluaran tanpa cari sampingan?

2. Cari sampingan tanpa pangkas pengeluaran?

3. Pangkas pengeluaran dan segera cari tambahan sampingan rejeki?

Untuk yang masih berusia produktif dan belum memiliki tanggung jawab anak istri/pasangan, poin nomor 3 menjadi pilihan epik untuk mental keuangan yang lebih baik.

Sebenarnya kepada siapapun masih terbuka lebar untuk mencari sampingan atau tambahan rejeki, asalkan punya niat dan motivasi yang kuat untuk berubah, sehingga perlahan beranjak dari kaum boros menjadi kaum borjuis. Amin

Rekap...

Untuk memangkas pengeluaran memang sulit, tapi masih masuk akal untuk dilakukan, terutama memangkas kebutuhan tersier, seperti: biaya nongkrong, rokok, parkir dan biaya diluar pokok lainnya.

Bahkan untuk biaya pokok, seperti makan dan minum bisa disiasati untuk lebih hemat, jawabannya adalah cari yang murah dan mengenyangkan.

yang menjadi penghambat cuma satu, yaitu Gengsi!


4. Manfaatkan Internet Untuk Mencari Tambahan

Manfaat internet untuk menambah pemasukan agar keuangan lebih stabil dan hidup lebih baik, tentunya dengan panduan singkat berikut

Jika mengetik di google dengan kata kunci “cari uang dari internet”, akan banyak sekali informasi yang keluar, dari artikel, youtube bahkan buku cepat kaya melalui internet bermunculan, mulai dari halaman pertama hingga seterusnya.

Ini membuktikan bahwa internet adalah ladang yang cocok dan terbuka tanpa syarat bagi siapapun yang ingin mendapatkan tambahan melalui digital.

Tapi, saingannya banyak?

Ya memang, tapi karena saingan banyak, membuktikan pasar digital itu baik, tergantung dari diri kita lagi, apakah ingin mengambil kesempatan itu, atau hanya menjadi penonton terus-menerus yang mengeluh hidup ini tidak adil dan mengutuki nasib?

Rekap...

Untuk melakukan pekerjaan sampingan di internet ada banyak cara, bisa menjadi reseller produk/jasa, dropship, menulis, video, blogging atau menjadi freelance.

Apapun skill dan kemampuan yang dimiliki pasti ada wadahnya di internet.

Seandainya merasa tidak berguna dan tidak memiliki skill, Pemerintah sekarang ini sudah memberikan ruang dan fasilitass gratis untuk menunjang skill dan kemampuan, yaitu program pra kerja.

Sudah daftar belum? btw gelombang 21 sudah dibuka, silahkan daftar, langsung kunjungi website officialnya.

Jangan malu atau pun gengsi, daftar saja, karena dengan skill yang terbarukan tersebut, membuat kedepannya jadi lebih mudah untuk memulai sampingan dan upgrade skill.

Termudahnya jika sudah memiliki skill tersebut, bisa memulai dengan menjadi freelance atau pekerja lepas.

Bisa dengan menulis artikel, menggambar desain, posting produk di marketplace, dan masih banyak lagi wadah pekerjaan sampingan melalui freelance yang bisa di cari.

Jangan penasaran, langsung saja cek sribulancer, fastwork, upwork dan portal-portal freelance lainnya.

Jika merasa mumpuni dan suka menulis, simak tulisan dan testimoni mengenai pengalaman blogger pemula yang meraup keuntungan ratusan juta rupiah *bukan kelas berbayar.


5. Metode 50/30/10/10

Inilah keajaiban sedekah yang kerap terlupakan, namun bermanfaat untuk kehidupan didunia ini, simak selengkapnya

Tidak terlalu jauh berbeda, masih sama dengan metode sebelumya yang dipopulerkan oleh Elizabeth Warren, yaitu 50/30/20.

Terlepas dari berapapun hasil yang didapat/terkumpul, metode ini dapat dikatakan sebuah magic dalam berkehidupan.

Percaya atau tidak itu kembali lagi dari masing-masing personal.

50% untuk kebutuhan pokok, 30% keinginan dan investasi, 10% untuk menabung dan 10% untuk berbagi/sedekah.

Mengapa 30% dibagi menjadi keinginan dan investasi?

Hal tersebut, sebagai permulaan habit atau kebiasaan untuk memulai investasi, sehingga kedepannya investasi bukan lagi seperti keharusan atau sebuah hal yang dilematis.

Jadi, perlahan-lahan keinginan yang dianggap tersier dikonversi dengan kegiatan positif berinvestasi setiap hari.

Yes, ingin terus berinvestasi!

Apapun itu, bisa melalui property tanah atau bangunan, namun agaknya itu terlalu besar dan tidak likuid, alias keuntungan dari nilai jualnya lumayan agak lama, sehingga investasi property dapat dikatakan jangka panjang.

Namun tenang saja, masih ada pasar saham, reksadana, obligasi, atau cryptocurrency yang didapat hanya dengan satu klik dan penjualan untuk keuntungan juga mudah hanya lewat genggaman smartphone, tanpa perlu mengisi formulir atau kewajiban admin yang berbelit-belit.

Contohnya seperti aplikasi Bibit yang memberikan kemudahan akses dimana saja asalkan terkoneksi internet, juga tutorial dengan Bahasa yang mudah dan kekinian membantu para milenial dan gen z untuk lebih memprioritaskan kebiasaan menabung serta investasi sejak dini.

Bagi yang ingin mulai berinvestasi saham atau reksadana dirumah saja bareng bibit, jangan lupa untuk klaim gratis Rp. 25.000 pertamamu, dengan memasukan kode promo atau kode referral guidocuan saat sebelum mendaftar.

Nantinya uang tersebut dapat digunakan untuk pembelian saham atau reksadana ketika diawal mulai berinvestasi melalui Bibit.

Sebentar...

Tentu ada yang bertanya, magic yang dimaksud itu apa?

Perhatikan pembagian 10% tersebut.

Terdapat pembagian untuk sedekah, bagi siapapun di dunia ini baik atheis, agnostik dan Kaum Beragama, sedekah merupakan salah satu bagian untuk refleksi diri. *selain dari upah surga

Serta diyakini untuk meningkatkan rasa kemanusiaan, yang nantinya juga akan kembali lagi terhadap diri sendiri, entah itu bersifat rejeki, relasi dan kemudahan dalam menjalani hidup.

***

Tidak ada kata terakhir atau berakhir dalam cara mengatur keuangan, hal kebiasaan ini akan terus dilakukan baik suka atau tidak suka selama masih hidup didunia ini.

Fokus dalam uraian artikel kali ini, bagaimana kita lebih mawas diri terhadap pengeluaran dan pemasukan saat ini.

Apakah akan terjadi pemangkasan atau memilih untuk menambah pemasukan (sampingan)?

Atau tetap menjadi kaum boros, tidak peduli dan berujung dalam kenikmatan menjadi benaluh dimana pun berada?

Jangan sampai seperti itu, cukuplah boros menyiksa diri sendiri jangan sampai keluarga atau orang lain yang terkena imbas nya.

Stop berlangaanan pinjol, stop berhutang untuk hal yang konsumtif, mari berubah sejak dini.

Jika butuh bantuan, terkait informasi pekerjaan sampingan, ingin mulai berjualan atau apapun itu asalkan dapat merubah nasib sekarang ini, silahkan komen postingan ini atau DM saya pribadi melalui Instagram @guidofamula.

Tenang saja, tidak akan disuguhi kelas berbayar, MLM atau pdf premium, semuanya murni untuk saling membantu, terdengar naif?

Terserah, karena dalam artikel blog ini, merupakan ladang saya sebagai penulis untuk terus berbuat baik, Amin.

Terlepas dari semua itu, pada intinya..

Mengenai cara mengatur keuangan bulanan, paling dasarnya adalah tahu dan paham arus kas pribadi selama ini, paling tidak 3-6 bulan terakhir tadi.

Sekian terima kasih.

Semoga bermanfaat.

Guido Famula
Guido Famula Bukan blogger hebat, hanya sekadar rutinitas demi terus berbagi dengan tanpa batas.

Posting Komentar untuk "5 Cara Mengatur Keuangan Untuk Kaum Boros Agar Tak Mudah Boncos"

RajaBackLink.com