Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Pengangguran Bukan Kesialan - Renungkan dan Lakukan Ini | 100% Work

Bukan semata-mata menjual sukses atau kelas berbayar untuk sukses, baca saja ini untuk renungan bersama.
Gambar merupakan ilustrasi yang berasal dari canva.com

Menjadi seorang pengangguran itu bukan kutukan apalagi kesialan, percayalah ini hanya sebatas proses jembatan kehidupan.

Bisa Anda cari didunia ini orang sukses mana yang belum pernah mengalami fase pengangguran?

Sebentar, jangan spontan menolak argumen, saya tahu Anda yang membaca pernyataan tersebut menggelengkan kepala.

Sebab bisa jadi Anda mengalami dan melihat hal yang berbeda, bahwa tidak semua orang pasti melewati atau mengalami status pengangguran, bukan?

Mungkin ada yang ngedumel…

Toh, tetangga saya lurus-lurus saja nasibnya, tamat sekolah langsung kuliah, tamat kuliah langsung kerja, menghasilkan uang dan beranak-pinak semau hati tanpa memikirkan dua anak lebih baik apalagi tiga?

Sini saya bisikin, semuanya karena kalimat ini…

“Menghasilkan uang”

Tentu kalimat di atas yang membuat Anda tidak setuju dengan pernyataan saya di awal pembuka?

Belum lagi mayoritas beranggapan, bahwa pengangguran yang ada di dunia ini dikarenakan tidak menerima atau belum menghasilkan uang dan materi, istilahnya jobless.

Sedangkan menurut saya pribadi, pengangguran itu adalah jembatan kehidupan.

Anda boleh tidak setuju, tapi izinkan saya menyelesaikan pemaparan ini hingga akhir tulisan.

Mengapa dengan jembatan kehidupan, ada apa dengan sihir kalimat ini?

Perhatikan dan renungkan dari kalimat jembatan kehidupan, urusan baik atau melaratnya nanti, akan bergantung dengan:

  1. Apa yang sedang di persiapkan?
  2. Mengapa memilih ini?
  3. Kapan akan menghasilkan uang?
  4. Sejauh mana affirmasi dan Doa yang kita ucapkan?
  5. Kehendak Tuhan yang seperti apa untuk kita?

Sebenarnya masih banyak kondisi dan versi kebergantungan tersebut, saya hanya menuliskan 5 agar tulisan kali ini tidak melebar kemana-mana dan Anda sebagai pembaca dapat lebih mudah menangkap pesan dan inti sari dari tulisan ini. Amin…3x

Sebelum melanjutkan, saya ingin Anda yang membaca tulisan ini satu persepsi terlebih dahulu dengan pengertian pengangguran di atas.

Minimal mengosongkan gelas Anda terlebih dahulu.

Bahwa pengangguran bukan semata-mata perihal tidak menghasilkan uang, walau kenyataannya uanglah yang menjadi masalah utama disaat menganggur.

Tujuan saya mengubah atau mengarahkan pengertian pengangguran sebagai jembatan kehidupan adalah untuk mengafirmasi mindset Anda bahkan untuk saya sendiri.

Mengenai pengangguran bukan murni sebagai konotasi negatif atau sampah masyarakat maupun benaluh keluarga.

Walaupun kenyataannya memang demikian, cenderung negatif dan tentu pahit sekali kala menjabat sebagai pengangguran, apalagi untuk mereka yang sudah memiliki tanggung jawab, anak dan istri, dengan kata lain seorang Ayah menganggur pasca di PHK.

Oleh sebab itu, saya ingin mengajak Anda untuk berfikir dengan memperkaya sudut pandang terhadap pengangguran.

Karena begini, siapa sih yang menginginkan jabatan pengangguran tersebut?

Hampir dikatakan tidak, jikalau terpaksa menganggur, tentu pemicunya karena adanya pilihan atau tidak adanya pilihan.

Contohnya tidak perlu muluk-muluk, lihat saja kabar para pekerja saat pandemi 2019-2021 ini.

Misalnya, entah itu karena terkena PHK, perusahaan bangkrut, memilih resign dari tempat bekerja karena upah yang terus dipotong hingga penunggakan pembayaran gaji dan masih banyak lagi.

Saya setuju, memang situasi sekarang sedang sulit, saya berdoa untuk ini agar kita semua diberikan kemudahan

Jika ditarik masalahnya dari hulu ke hilir (terlepas dari situasi pandemi), pengangguran bukan semata-mata oleh satu sebab akibat, melainkan memiliki plotnya tersendiri, alias kompleks.

Dasarnya tidak ada yang menginginkan menjadi pengangguran, tapi kenyataannya ya demikian, pengangguran itu ada dan nyata.

Namun, mau sampai kapan kita bersungut-sungut, membenci Pemerintah, menyalahkan Tuhan hingga membenci dengan diri sendiri?

Bukankah hidup ini adalah Anugrah bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa?

Wah, jadi ingat lirik lagu D’masiv, yang berjudul jangan menyerah.

Memang benar, sabar saja tidak cukup, dibutuhkan sebuah usaha yang lebih keras dengan tidak berputus asa, itu lah kesimpulannya dari kalimat jangan menyerah.

Kembali pada tema pengangguran tersebut.

Sudahlah, jangan lagi menyalahkan situasi, masa lalu, akui saja pernah gagal, memang ini jalannya dan terbuka pernah berbuat salah (jika pernah), oleh sebab itu saya lebih setuju jika pengangguran itu sebuah jembatan kehidupan.

Bukan semata-mata sebuah keterpurukan!

Ini bukan agenda menghibur diri dari kenyataan yang ada.

Lain dari pada itu, ini terkait dengan mindset atau pola fikir, sebab sudah banyak yang mengetahui kita mampu terus hidup dan berprinsip seperti sekarang ini dikarenakan oleh pemikiran sadar dan alam bawah sadar.

Saya sebenarnya belum ingin mengulas tentang alam bawah sadar, karena pembahasannya akan luar biasa panjang.

Jadi, setidaknya saya ingin mengajak Anda sekalian yang membaca ini untuk lebih peka memaknai kehidupan ini pada arah yang baik, agar menjadi afirmasi yang positif pada kehidupan selanjutnya, setelah mampu melewati fase pengangguran ini.

Jangan lagi mengutuki diri sendiri, biarlah sekeliling Anda yang mengutuk, tapi Anda berhak menepis semua itu, dengan program dan agenda positif yang lebih mengisi diri.

Kita tidak bisa mengendalikan sekitar, jangan buang-buang energi, fokus saja pada pengembangan diri.

Jawabannya adalah menambah skill, mengasah skill, atau menambah relasi.

Banyak yang bisa dilakukan, walau hanya dirumah saja, bahkan dapat dilakukan dengan tanpa uang yang banyak, yaitu manfaatkan dunia internet seluas-luasnya untuk mengasah diri ke hal yang lebih baik, serta buatlah sesuatu.

Sekeliling Anda mungkin terus mengklaim bahwa Anda masih menjadi pengangguran, karena tadi, pengangguran diidentikkan dengan tidak menghasilkan uang.

Dari mana mereka bisa menganggap tidak menghasilkan uang?

Ya salah satunya karena tidak terlihat keluar rumah, atau kelihatannya tidak memiliki kantor dan kerja nomal (masuk pagi pulang malam).

Biarlah mereka atau siapapun yang bersinggungan dengan Anda mengatakan hal tersebut, yang terpenting Anda harus memanfaatkan dengan baik fase jembatan kehidupan ini.

Dua hal yang tidak mereka miliki dari seorang pengangguran, yaitu: Kebebasan dan Fokus.

Jika Anda menggunakan dua hal itu dengan baik dan bertanggung jawab penuh, percayalah mereka yang pernah beranggapan negatif terhadap Anda, akan terheran-heran serta bertanya;

Ini caranya bagaimana, enak ya bisa bebas dan tidak ngapa-ngapain tapi punya banyak uang, dari pada kami yang kerja 8 – 10 jam perhari, hidup uma gini-gini doang.

Contoh pernyataan diatas adalah salah satu manusia yang kurang bersyukur, jangan dicontoh perangai manusia yang seperti itu.

Saya pernah berada di posisi itu, ya walaupun tidak kaya-kaya amat, setidaknya anggapan di lingkungan saya, untuk mendapatkan uang dengan hanya di laptop saja itu seperti keanehan dan masih dianggap spektakuler.

Bahkan hingga sekarang ini, yang katanya sudah berada di zaman intenet 4.0, masih ada saja yang tidak percaya dan meremehkan kekuatan luar biasa dari internet.

Padahal kurang bukti apa coba, sudah banyak figur dan kelompok yang bisa survive dan kaya melalui internet.

Dan itulah, yang menjadi pesan untuk tulisan ini, rata-rata mereka yang pernah sukses di internet atau hidup lewat internet, mereka yang pernah dianggap sebagai benaluh oleh sekitarnya karena di pandang pengangguran dan sejenisnya.

Padahal yang mereka lakukan setiap hari adalah berkembang, belajar, jatuh, bangun dan mungkin awalnya tidak mendapatkan uang sepeserpun (kerja bakti), saat berada di fase pengangguran atau yang saya sebut jembatan kehidupan.

Dengan privilege kebebasan dan fokus, pengangguran sebenarnya dapat lebih mudah untuk mendapatkan atau membuat sesuatu yang bernilai kelak, jika kita berfikir positif!

Bahkan mereka yang sudah bekerja pun, berbondong-bondong untuk mendapatkan tambahan melalui di internet, masak pengangguran mau kalah start?

Jika memang tidak percaya dan ragu tentang ini, tutup saja artikel ini, lalu mulai mencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini, karena sekali lagi ini bukan bersifat paksaan.

Misalnya, bagi Anda yang kebetulan bekas PHK dari profesi kurir antar jemput, kenapa tidak membagikan tutorial atau panduan dalam persoalan kurir, cara-cara yang menurut Anda cocok, atau mendirikan jasa bisnis kurir, sesuai dengan pengalaman Anda sendiri?

Bagi seorang tamatan Sarjana Psikologi atau pun Guru, kenapa tidak memanfaatkan sosial media, seperti Instagram, facebook, youtube ataupun blog untuk mengajar atau memberikan jasa terkait dengan bidang tersebut?

Semisalnya ingin berjualan tanpa memiliki produk, Anda bisa mencoba untuk menjadi affiliate marketing, tugas Anda hanya melakukan terkait bagaimana prospek atau calon konsumen membeli melalui link Anda, atau bisa mencoba dropshipper.

Sampai disini, saya tak perlu menjelaskan lebih dalam mengenai bidang-bidang tersebut, karena di internet atau google sudah banyak sekali tutorial dan panduan dalam memulai, dari yang gratisan hingga yang berbayar.

Fokus pada tulisan ini, hanya memberikan secercah harapan untuk Anda yang hingga sekarang ini masih menjadi pengangguran dan ingin sekali keluar dari fase kritis tersebut, dengan artian Anda harus mengubah cara memandang status pengangguran tersebut sebagai jembatan kehidupan terlebih dahulu.

Terakhir, libatkan Tuhan disemua perkara, jangan hanya fokus dengan apa yang kita inginkan, melainkan berdoa terus dan usaha semaksimal mungkin, agar menemukan benang merah terkait kehendak Tuhan terhadap kita.

Carilah petunjuk mengenai apa yang Tuhan mau untuk kita kerjakan? Kerahkan semua indera dan pemikiran saat di fase tersebut.

Sehingga dengan fase tersebut, kita terbiasa untuk memantaskan diri terhadap Tuhan kita, setelah semuanya mantap dan sesuai, saya yakin Tuhan Semesta Alam akan memberi restu kemanapun kita melangkah serta terus memegang tangan kita sampai garis akhir kehidupan. Amin.

***

Sekian tulisan kali ini, mohon maaf jika isi dalam tulisan ini dirasa terlalu banyak menggurui atau sedikit seperti menghakimi, tujuan saya menuliskan ini, agar pembaca setia blog ini dan teruntuk saya pribadi dapat lebih baik dari sebelumnya.

Jika Anda masih kebingungan dan membutuhkan solusi atau sekadar ingin curhat terkait pengangguran dan arahan terkait skill yang Anda miliki (mau dibawa kemana?), bisa tulis melalui kolom komen dibawah postingan ini atau DM saya pribadi melalui Instagram @guidofamula.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Beranjak dan menulislah

Guido Famula
Guido Famula Bukan blogger hebat, hanya sekadar rutinitas demi terus berbagi dengan tanpa batas.

Posting Komentar untuk "Alasan Pengangguran Bukan Kesialan - Renungkan dan Lakukan Ini | 100% Work"

RajaBackLink.com