Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar Kronologi Kompetitor Curang di Bisnis Jualan Online - SELLER WAJIB TAHU!

Cara-cara kompetitor licik ini masih terus dilakukan loh, jadi bagi para penjual mesti lebih hati-hati serta kritis
Hanya Sebatas Ilustrasi
Sumber foto: unsplash.com/kas923 

Banyak jalan menuju curang!

BAGI MEREKA YANG BERNIAT NAKAL

Sesempurna apapun suatu sistem, tetap ada celahnya, seperti jargon "no system is safe".

Begitu juga dengan sistem digital jual beli online, tetap akan ada celah bagi siapapun yang sudah berniat curang, tak terkecuali kompetitor bisnis.

Baiklah, langsung saja, berikut ciri dan modus kompetitor yang mengacaukan bisnis.

1. Jahil/Iseng Menanyakan Produk

Bagi yang sedang merintis bisnis jualan barang dengan sistem P.O, hal ini mesti lebih kritis menyikapi ini.

Biasaya kompetitor menyamar sebagai akun personal melalui whatsapp atau DM instagram, maka satu persatu dia menanyakan ketersediaan atau durasi barang sampai.

Otomatis membuat penjual akan lumayan sibuk untuk melakukan chat kepada supplier, setelah penjual mendapatkan info barang tersebut, tentu akan diteruskan kepada pelaku yang menanyakan itu.

Tak berhenti sampai disitu, biasanya pelaku akan terus menanyakan detail produk yang lain, satu persatu.

Hal tersebut memang disengaja, agar penjual (korban) kewalahan untuk melakukan follow up kepada supplier.

Seolah-olah deal, pelaku mengiyakan untuk order, lalu pura-pura meminta nomor rekening, setelah itu kebanyakan penjual akan di ghosting atau di read doang heheh

Besoknya muncul lagi, kembali dengan step awal, menanyakan detail produk yang lain, dengan alasan barang yang ingin di checkout barusan, tidak cocok atau belum sesuai.

Demikian terus dilakukan untuk menghancurkan mental si penjual, hingga malas jualan.

Bagaimana, pernah ketemu model pelaku dengan kronologis diatas?

2. Sabotase Barang/Produk yg sudah dikirim

Biasanya ini terjadi setelah barang sampai dan transaksi dilakukan pada marketplace, seperti shopee atau tokopedia.

Kronologisnya, kompetitor menyamar menjadi pembeli, tanpa banyak tanya langsung melakukan checkout barang, dan tentunya; dibayar pula.

Alhasil penjual akan merasa senang, karena terdapat konsumen yang membeli tanpa bertanya A-Z terkait produk yang dijual.

Setelah barang sampai, pelakupun melakukan aksinya dengan melakukan sabotase barang tersebut, misalnya pada fashion baju, pelaku menggunakan sejenis sajam, lalu menusukkan/merusak pada beberapa bagian baju.

Selang beberapa hari pelaku melakukan skenario komplain melalui sistem di marketplace, biasanya pelaku menawarkan solusi damai uang kembali 100% dengan barang dikembalikan ke penjual.

Lain dari pada keisengan itu...

Ada juga, pelaku yang tanpa banyak bunyi, memberikan ulasan bintang 1 atau 2 pada produk tersebut, tak tanggung-tanggung pelaku juga dapat mengerahkan banyak akun demi melakukan sabotase yang kurang lebih sama, agar produk tersebut mendapatkan penilaian yang jelek di pencarian marketplace tersebut.

Otomatis berpengaruh pada anggapan konsumen real setelahnya, yang berujung tidak jadi membeli karena reputasi bintang produk dibawah 3

Pernah mengalami kejadian seperti diatas?

Sepertinya mayoritas pemain lama marketplace pernah mengalami atau bahkan pernah menjadi si pelaku tersebut? *bercanda hehe

3. Menunda Checkout Pembayaran

Masih di dunia marketplace, tapi ini lebih ke pemain barang preloved atau second brand fashion.

Dikarenakan barang yang dijual tidak memiliki varian, dan masing-masing stok produk hanya 1 pcs, maka hal lumrah ini dimanfaatkan oleh oknum kompetitor untuk menjatuhkan seller secara perlahan.

Jadi, pelaku melakukan checkout dengan sejumlah produk yang masing-masing diketahui hanya berjumlah 1 pcs; misalnya 12 produk berbeda dalam sekali order.

Setelah melakukan checkout, tentu sistem pembayaran marketplace memberikan batas waktu untuk melakukan pembayaran selama 24 jam kurang lebih.

Sampai disini paham, kira-kira bagaimana dengan kelanjutannya?

Yes, si pelaku tidak melakukan pembayaran, serta membiarkan checkout tersebut begitu saja, dengan hasil 12 macam produk tersebut akan tertera kosong di toko akun marketplace, karena stok-stok tersebut sedang dalam proses checkout/proses bayar.

Semisal ada pembeli real atau serius yang tertarik salah satu dari ke 12 barang yang tertahan tersebut, maka mau tidak mau penjual menjawab "sudah di checkout pembeli sebelumnya".

Kebanyakan tipikal pembeli barang second, jika barang yang ditaksir atau ditanya sudah kosong, kemungkinan untuk closing barang yang lain sangat kecil, kecuali penjual piawai melakukan cross selling.

Jadi, 12 barang barusan tertahan 24 jam di keranjang beli akun pelaku tadi.

Setelah 24 jam selesai, barang-barang tersebut akan ter-cancel otomatis dari sistem, maka barang tersebut akan kembali update stok menjadi 1, tidak lagi kosong.

Tidak berhenti sampai disitu, si pelaku mulai bermain api lagi, dengan alasan 

Maaf, kemarin ditempat saya hujan deras dan sudah tengah malam, jadi belum sempat untuk membayar.

Ya, karena dituntut wajib menjadi penjual yang berfikir positif, biasanya memaklumi, dan mengarahkan untuk melakukan checkout ulang.

Dan terjadi lagi...

Pelaku mengulangi checkout, hingga 24 jam berikutnya tidak melakukan pembayaran.

Dengan demikian, cara tersebut berhasil menghambat pembeli lain yang sudah serius untuk melakukan checkout barang bersangkutan.

Btw, kasus ini berdasarkan pengalaman pribadi, ini screen shootnya, yang akhirnya membuat saya sadar bahwa ini ulah orang iseng atau kompetitor hehe.

Percakapan dengan kompetitor bisnis jualan melalui shopee
Setelah saya GAS sedikit, akhirnya pelaku menghentikan kegiatannya.
moga lekas tobat hehe

4. Minta Real Picture

Hal ini lumrah terjadi, dengan maksud agar pembeli tidak membeli kucing dalam karung.

Oke, tidak masalah.

Cuma yang jadi masalah, kadang yang melakukan ini adalah kompetitor iseng yang terlewat gabut.

Kok, bisa-bisanya isengin penjual lain, apa kurang kerjaan atau sudah kehabisan jobdesc di tokonya? hehe

Biasanya ini terjadi di DM instagram, Inbox facebook, Whatsapp atau chat shopee.

Yang berbunyi...

Kirim real pict gan/sist.

Biasanya pelaku iseng, melakukan chat ini ditengah malam atau diluar jam operasional toko.

Sasarannya kebanyakan pada toko yang baru dibuat, jadi mental psikologi penjual tersebut akan lebih fast respon untuk melayani balas membalas chat.

Ya tahu sendiri muaranya kemana?

Pasti ghosting alias menghilang tanpa jejak, lalu kembali lagi dengan menggunakan akun alter yang lain, dengan pola mirip-mirip sama tapi tak terduga, karena pola chat pertanyaan tersebut lumrah dilakukan oleh pembeli yang serius pada umumnya.

Kadang yang lebih membuat sakit hati, pas lagi diluar rumah, dibela-belain untuk pulang demi mengirim foto real pict pada pelaku, ternyata hanya diusilin oleh kompetitor.

Hehe, benar-benar sakit yang tak berdarah.

Bagaimana, pernah mengalami hal ini?

***

Baiklah segini dulu ya, nanti akan saya update kembali, terkait model-model seperti apa saja yang kerap dilakukan oleh kompetitor untuk berlaku curang atau iseng, tapi ingat, tidak semua kompetitor seperti itu ya.

Jadi tetap waspada dan perbanyak Doa + Sedekah.

Kedepannya akan saya bagikan juga solusi terkait masalah-masalah diatas.

Jangan lupa follow instagram pribadi saya di @guidofamula 

Terima kasih

Guido Famula
Guido Famula Sebatas berbagi tips, cerita, dan pengalaman semoga berguna bagi kamu para pembaca

Posting Komentar untuk "Daftar Kronologi Kompetitor Curang di Bisnis Jualan Online - SELLER WAJIB TAHU!"